Warna Warni Anggrek (ʃƪ´▽`)

Hama Anggrek

Hama adalah serangan masal hewan pengganggu pada tanaman. Yang mana dapat menyebabkan pertumbuhan terganggu, bahkan bisa menyebabkan tanaman mati. Pada tanaman anggrek serangan hama dapat terjadi. Namun tanaman anggrek cenderung lebih tahan terhadap serangan hama. Terutama tanaman angggrek dengan perawatan yang baik. Kondisi kebersihan tanaman dan lingkungan terpelihara dengan baik. Pertumbuhan tanaman terawat dan terkontrol dengan baik.

Tanaman anggrek yang terserang hama, menunjukkan bahwa tanaman tersebut kurang mendapat perhatian dari pemiliknya. Pemberantasan hama jangan menunggu sampai meluas. Bila terlihat cepat diatasi. Sehingga pengaruh buruk dari serangan hama dapat dihindari. Dengan kontrol dan pengawasan setiap hari, gejala awal serangan hama dapat cepat terditeksi. Sehingga langkah pengendalian cepat dilakukan. Lebih baik mengadakan pencegahan sebelum serangan hama terjadi.

Beberapa hama pengganggu yang sering merusak tanaman anggrek sbb :

1. Semut

Semut suka berbondong-bondong datang, saat tanaman anggrek sedang bertunas atau mulai mengeluarkan kuncup bunga. Semut akan menggigit tunas muda maupun kuncup bunga. Sehingga melukai bagian tersebut. Cairan sel yang keluar dari luka tersebut sebagai makanan semut. Dengan demikian tanaman anggrek tersebut akan kekurangan cairan sel. Juga luka yang timbul memberikan peluang jamur dan bakteri masuk. Yang akan menyebabkan busuk tunas. Semut juga merusak sistem perakaran, dengan menggigit ujung-ujung akar. Kebiasaan semut  membawa kutu putih, juga merusak tanaman. Cara terbaik menghindari serangan semut dengan menggantung pot. Dapat juga dengan menyiram dengan larutan methadex. Bila semut sudah bergerombol dalam pot dapat dilakukan dengan perendaman pot dalam air.

2. Kutu perisai

Kutu ini menyerang daun dan menghisap cairan sel. Kutu perisai sangat tahan dan merupakan musuh utama hobiis angggrek. Biasanya menempel pada tepi daun bagian atas dan bawah. Daun yang terserang akan menguning, lama kelamaan akan coklat, lalu daun mati. Pengendalian hama ini bisa dilakukan dengan penyemprotan insektisida.

3. Kutu daun (aphis)

Kutu ini akan merusak kuncup-kuncup bunga. Disamping juga daun-daun muda. Kutu daun merupakan pengganggu tetap tanaman anggrek. Namun tidak banyak menimbulkan kerusakan. Kutu daun meninggalkan kotoran yang melekat pada batang dan daun. Ian pada kotoran tersebut akan ditumbuhi oleh jamur, yang menyebalian hama ini dbkan warna hitam seperti jelaga. Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida.

4. Kutu putih

Kutunya kecil dan berwarna kelabu kemerahan. Terdapat pada titik tumbuh, diketiak daun dan pada akar gantung. Pat Biasanya kutu ini melindungi dirinya dengan bahan halus seperti kapas berwarna putih. Hidupnya bersymbiosis dengan semut. Pengendaliannya dapat dilakukan penyemprotan dengan insektisida.

5. Siput (bekicot)

Yang paling sering merusak tanaman anggrek adalah siput telanjang. Kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan siput adalah cukup besar. Akar-akar muda, tunas baru, dan kuncup bunga adalah makanan paling lezat bagi siput ini. Anggrek bulan merupakan tanaman anggrek yang paling sering diserang oleh siput ini. Biasanya melancarkan serangannya pada malam hari. Pengendaliannya dapat dilakukan dengan merendam pot dalam larutan Diderin 25 P. Atau bisa dengan Methadex powder. Dengan menaburnya disekitar pot, atau pada tempat-tempat persembunyiannya.

Serangan hama akan menyebabkan terganggunya pertumbuhan maupun pembungaan pada tanaman anggrek. Bahkan dalam kondisi parah bisa menyebabkan kematian. Waspadai dan kendalikan sedini mungkin. Tanaman anggrek ditanam untuk diambil keindahannya, baik tanaman maupun bunganya. Serangan hama dapat memusnahkan keindahan yang kita impikan.

Sumber

http://niwahafrina.wordpress.com/hama-anggrek/

Makna Setiap Bunga

Bunga adalah pemberiaan yang umum diberikan saat Valentine. Mungkin karena bunga sering dijadikan sebagai sarana untuk menyatakan perasaan pada seseorang. Aromanya yang semerbak dan keindahannya menjadikan bunga adalah salah satu pilihan terbaik untuk diberikan kepada wanita/gadis pujaan hati. Tapi, tidak semua bunga mewakili perasaan cinta.

Banyak laki-laki yang tidak tau arti dan pesan dibalik bunga yang diberikan kepada pasangannya. Nah, agar kamu punya sedikit pengetahuan tentang arti bunga, berikut ini adalah arti dibalik beberapa bunga yang paling sering diberikan laki-laki pada perempuan.

1. Mawar Merah

Mawar merah adalah lambang cintta sejati. Jika seorang pria memberikanmu sekuntum atau satu buket bunga mawar merah, itu artinya dia sedang mabuk cinta akan pesonamu. Pokoknya dia sedang terpesona akan keindahan dirimu. Orang yang memberikan bunga mawar merah menandakan kalau dia adalah orang yang sederhana, punya kreatifitas dan tidak neko-neko

2. Bunga Matahari 

Pesona dari bunga matahari yang bulat dan berwarna kuning melambangkan kemurnian dan pemikiran yang dalam. Pemberinya ingin menyampaikan pesan kalau dia tidak akan mudah  melepaskanmu dari hidupnya. Dia memiliki cinta yang murni dan akan berpikir berkali-kali untuk melepaskanmu dari hidupnya.

3. Aster 

Bunga yang lebih dikenal dengan daisies ini memiliki arti kesetiaan, kasih setia dan kepercayaan. Pemberinya bermaksud mengatakan kalau dia memberikan kepercayaannya padamu dan dia juga akan menjaga kepercayaan yang telah kau berikan padanya.

4. Tulip Kuning

Bunga yang berasal dari negeri kincir angin, Belanda ini memiliki arti harapan cinta. Jika dia memberikan bunga ini pada anda, terutama di hari Valentine maka dia berharap kalau kamu bersedia menjadi pendamping hidupnya selamanya.

5. Anggrek

Bunga anggrek melambangkan kecantikan dan kesempurnaan. Sang pemberi mungkin memiliki dua maksud memberikan bunga ini padamu. Yang pertama, dia bermaksud mengatakan kalau kamu adalah orang yang sangat cantik dan sempurna dalam hidupnya. Kedua, dia bermaksud bahwa dirinya akan mencoba menjadi orang yang kamu cintai.

6. Mawar Kuning

Mawar kuning melambangkan banyak hal mulai dari persahabatan, suka cita, perselingkuhan, kecemburuan, permintaan maaf dan patah hati. Umumnya, mawar kuning diberikan sebagai tanda permintaan maaf atas perbuatan yang telah dilakukannya. Tapi, banyak juga laki-laki memberikannya karena bingung tentang perasaannya terhadapmu.

7. Bunga Bangkai

Bunga bangkai ini diberikan dengan 3 maksud berbeda. Pertama adalah rasa cinta yang sangat mendalam padamu (sampai memberi bunga langka) dan menganggapmu adalah satu-satunya dalam hidupnya. Kedua, bahwa rasa cintanya hanya sementara seperti bunga bangkai yang mekar beberapa saat saja dan dia memiliki maksud busuk dibalik segala hal yang dia lakukan selama ini. Ketiga, karena dia tidak ada kerjaan.

8. Akasia

Bunga akasia ini menandakan kalau dia memiliki cinta rahasia terhadapmu atau orang lain. Jadi, hati-hatilah dengan pria yang memberimu bunga akasia.

Sumber :

http://www.dearryk.com/2012/02/arti-dibalik-setiap-bunga.html

Kode Warna Bunga

MERAH


Pilihan yang paling jelas untuk acara-acara romantis seperti Hari Valentine. Merah melambangkan kecantikan, keberanian, cinta dan gairah, sehingga merah menjadi warna bunga yang sempurna untuk memanaskan hubungan Anda. Kejutkan kekasih Anda dengan selusin Mawar, Daisy atau Anyelir.

PINK


Pink untuk cinta polos, cantik, genit dan halus. Bunga berwarna merah muda melambangkan rahmat, kebahagiaan dan pemuda. Jadi, jika datang Hari Valentine, Anda dapat bertaruh dia akan senang dengan susunan indah Bunga Krisan merah muda, Mawar atau Bunga Lili.

ORANYE


Bunga dengan warna ini mengungkapkan kehangatan, hasrat dan gairah. Mawar oranye baik dirangkai untuk acara-acara romantis (peringatan Anniversari, Hari Valentine).

UNGU


Selama berabad-abad, ungu telah dikenal sebagai warna agung, bermartabat, kebanggaan dan keberhasilan. Bunga ungu juga bisa menandakan cinta pada pandangan pertama, sehingga mengirim Bunga Violet untuk seseorang yang khusus atau Bunga Mawar ungu ingin menunjukkan bahwa Anda peduli.

LAVENDER


Warna Lavender adalah warna ungu yang lembut. Warna ini merupakan rahmat dan feminitas, kehalusan, keangunan dan kemewahan. Bunga Lavender sangat sempurna untuk seorang ibu, Aster juga dapat mengatakan “terima kasih” atau “selamat ulang tahun”. Mawar berwarna lavender mempunyai arti bahwa Anda berpikir dia masih cantik, bahkan setelah bertahun-tahun. Warna Lavender berbicara tentang kekayaan dan kebijaksanaan ketika diberikan sebagai hadiah.

KUNING


Kuning adalah warna sinar matahari, mewakili semua yang menyenangkan, bahagia dan baru. Sekelompok Bunga Bakung atau Bunga Matahari bisa dengan mudah menghibur seseorang yang sedang sedih, juga mengartikan untuk teman terdekat Anda betapa Anda menghargai dia.

BIRU


Rona dingin Hydrangea, Iris dan Hyacinth membangkitkan keterbukaan langit luas dan ketenangan dari laut. Bunga biru dapat mengekspresikan simpati, mengatakan “Saya minta maaf” atau bahkan menenangkan rasa sakit seseorang yang tersakiti.

PUTIH


Bunga putih memancarkan kepolosan murni dan indah. Bunga Lily, Daisy atau Anggrek, sangat ideal untuk mengekspresikan kehormatan dan keanggunan. Warna putih dikaitkan dengan kegiatan keagamaan seperti pernikahan, pembaptisan, dan pemakaman.

HIJAU


Hijau tidak hanya untuk batang dan daun, melainkan juga untuk Bunga seperti Mawar, Krisan, Anggrek dan Anyelir. Warna Hijau mewujudkan alam, melambangkan kesehatan, keberuntungan, optimisme dan pembaharuan. Berbagai macam Bunga dalam berbagai nuansa hijau adalah cara sempurna untuk mengatakan “selamat” atau berharap seseorang beruntung.

 

 

Sumber :

http://rianiflower.wordpress.com/kode-warna-bunga/

Lagu “Anggrek Bulan”

Lagu anggrek bulan ini sebenarnya pertama kali dinyanyikan oleh Emillia Contessa dan Broery Pesulima dalam album “Bunga Anggrek”. Lagu ini memiliki lirik yang sederhana tapi memikat, sama seperti bunga anggrek yang dinyanyikan. Banyak artis pendatang kemudian yang ikut mempopulerkan lagu ini. Diantaranya adalah duet Rano Karno dan Ria Irawan. Dan kemudian Chrisye dan Sophia Latjuba. Lagu ini kemudian terkenal dengan judul “Setangkai anggrek bulan”.
Berikut adalah lirik lagunya :
Setangkai anggrek bulan

Yang hampir gugur layu

Kini segar kembali

Entah mengapa

Bunga anggrek yang kusayang

Kini tersenyum berdendang

Bila engkau berduka

Matahari tak bersinar lagi

**

Hatiku untukmu… hanyalah untukmu

Kuserahkan… kudambakan

Dirimu dewiku… permata hatiku

Kubayangkan… disetiap waktu

Bagai embun pagi hari

Bunga-bunga segar lagi

Berkembang harapan hati

Hari bahagia… menanti

Kembali **

Khasiat Umbi Anggrek

Beberapa Khasiat umbi Anggrek :

  • Untuk menghentikan pendarahan rahim, ada pun cara untuk tujuan ini, yaitu dgn mengambil satu sendok teh umbi Anggrek bubuk, kemudian dicampurkan dgn segelas air dingin diletakkan di atas api, aduk hingga merata kemudian tambahkan gula, stelah mendidih atau terlihat meletup-letup angkat dr api dinginkan & minum, maka perlahan perdarahan akan berhenti
  • Untuk menghentikan pendarahan internal di dlm perut (tukak lambung)
  • Di Mesir minumaan tepung putih yg mrp hasil pati dr umbi Anggrek ini, dibuat menjadi minuman dikenal sbg Anggrek Herbal ternyata bermanfaat untuk penyembuhan penyakit musim dingin
  • Sebagai tonik
  • Seperti halnya khasiat adas , anggrek digunakan sbg Anti-diare, terutama pada anak-anak
  • Mengobati disetri
  • Di Inggris, Anggrek digunakan sbg obat tuberkulosis & membantu mempercepat pemulihan & vesiculation paru
  • Bergizi & sbg penyegar
  • Obat untuk sakit maag & TBC usus
  • Sari pati Anggrek yg diberi gula, susu & madu sbg makanan untuk anak-anak atau susunya ditambahkan sari pati Anggrek maka dapat membantu pertumbuhan anak-anak dgn cepat, juga berkhasiat menjaga keselamatan gigi & menguatkan tulang serta meningkatkan kekebalan tubuh mereka terhadap penyakit menular

Cara meramunya adl: Umbi Anggrek yg ditumbuk & diambil sari patinya dgn cara menambahkan air & menyaringnya kemudian ditambahkan dgn susu & gula kemudian diberi air & dipanaskan di atas api sampai dia mengental minum 2-3 kali sehari. Dlm kasus perdarahan lambung-maag minum dr 1gelas dosis pertama

Sumber : http://budidaya-petani.blogspot.com/2012/09/khasiat-manfaat-anggrek.html

Asal Usul Anggrek

Anggrek termasuk dalam suku anggrek-anggrekan atau famili “Orchidaceae” yang dalam bahasa yunani, kata “orchid” berasal dari orchis yang berarti  testicle atau buah zakar. Zaman dahulu anggrek identik dengan pria, baik warna, bentuk bahkan strukturnya. Anggrek juga melambangkan kesuburan dan kejantanan, dahulu muncul anggapan jika mengkonsumsi anggrek muda, maka seseorang bisa memiliki anak laki-laki, dan jika mengkonsumsi anggrek tua akan melahirkan anak perempuan, tetapi dalam mitos ini tidak disebutkan arti konsumsi ini dimakan sebagai bahan makanan atau hanya dinikmati keindahan bunganya saja. Anggrek termasuk keluarga besar dari kelompok (subdivisi) tanaman berbunga atau berbiji tertutup angiospermae),  kelas tanaman berbiji tunggal (monocotyledone), ordo orchidaceae (anggrek anggrekan). Tanaman anggrek dapat tumbuh di dataran rendah, gurun kering, hutan rimba yang panas sampai dengan dataran tinggi, termasuk puncak gunung yang bersalju. Paling banyak spesies anggrek berasal dari daerah tropis karena disebabkan oleh agroklimat di daerah tropis itu sendiri sangat cocok untuk pertumbuhan anggrek (Ayub, 2005).

Anggrek termasuk dalam keluarga tanaman bunga-bungaan yang memiliki lebih banyak jenisnya daripada keluarga tanaman bunga-bungaan lainnya. Para ahli tumbuh-tumbuhan berkeyakinan bahwa anggrek memiliki lebih dari 25.000 jenis yang tersebar di seluruh dunia. Tetapi karena kerusakan hutan, kita banyak kehilangan spesies yang belum dikenali dan tidak tahu dengan pasti berapa jumlahnya. Indonesia trekenal di seluruh dunia dengan kekayaan anggreknya yang memiliki lebih dari 4.000 jenis anggrek yang tersebar hampir di semua pulau. Kalimantan, Papua, Sumatera, Jawa termasuk pulau-pulau yang terkenal di dunia karena kekayaan anggreknya. Anggrek yang paling terkenal dari Indonesia adalah “anggrek bulan” (Phalaenopsis amabilis) yang diangkat sebagai “Bunga Nasional” dan dijuluki “Puspa Pesona”, dan “Anggrek Kantung” (Paphiopedilum javanicum). Anggrek memiliki karakteristik sebagai berikut :

  • Memiliki tiga sepal (daun kelopak bunga). Salah satunya yang terletak pada bagian belakang (punggung) yang menghadap keatas dinamakan sepal dorsal.
  • Memiliki tiga petal (daun mahkota bunga) yang letaknya selang-seling dengan daun kelopak bunga. Salah satu dari petal yang terletak di bawah berbentuk seperti lidah yang disebut  labellum (bibir bunga), membuat bunga simetris antara kiri dan kanan.
  • Putik dan benang sari (bagian jantan dan betina) yang bergabung bersama pada bagian yang disebut column.
  • Tepung sari yang biasanya berkumpul bersama pada bagian yang disebut pollinia. Buahnya memiliki biji yang sangat kecil dan banyak.
  • Tangkai bunga dapat berkelak-kelok saat pertumbuhannya, tergantung pada arah sumber cahaya.

Anggrek bulan (Phalaenopsis) secara resmi dinobatkan sebagai bunga nasional “Puspa Pesona” sejak tanggal 5 Juni 1990. Putih bersih warnanya, berlidah kuning, terdiri atas 46-60 spesies, 22 jenis diantaranya tumbuh alami di Indonesia. Sangat menarik sekali jika anggrek bulan ini dibudidayakan baik secara sederhana maupun modern seperti dengan teknik kultur jaringan. Anggrek alam dilestarikan sebagai sumber plasma nutfah bagi terciptanya hibrida-hibrida anggrek baru. Taiwan dan Singapura sudah merintis agribisnis anggrek bulan. Taiwan yang berpusat di Sei Ha Farm Enterprise (terbesar di dunia), dengan luas areal 3,3 hektar, per tahun bisa memproduksi 1,5 juta bibit untuk di ekspor ke Jepang, Malaysia, Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa.

Di Indonesia, plasma nutfah anggrek bulan ini tumbuh alami di Maluku, Sulawesi, Ambon, Kalimantan, Sumatera dan Jawa. Tanaman anggrek bulan ini tergolong jenis “epifit” yakni menempel pada pohon (di alam). Ditandai dengan karakter pertumbuhannya yang akarnya melekat pada kulit pohon. Seluruh bagian tumbuhan (akar, batang, daun) mengapung di udara, sementara akarnya terdiri dari dua macam, yakni akar lekat dan akar udara. Batang anggrek bulan kadang tak terlihat dikarenakan tertutup oleh pelepah daun. Bentuk daunnya lanset atau bundar panjang, berukuran antara 20-30 cm dengan lebar antara 3-12 cm. Memiliki jumlah bunga per tangkai sangat variatif, 3-25 kuntum bahkan lebih, tergantung spesiesnya juga. Anggrek bulan ini memiliki beberapa ciri khas yang menarik sekali, yakni memiliki tiga sepal daun bunga (calyx), 3 petal daun mahkota bunga (corolla), dan  gymnostenium (putik dan benang sari menyatu). Sosok anggrek bulan ini bisa dibilang sangat mempesona sekali karena selain memiliki  calyx, corolla dan bibir bunga dengan bentuk bermacam-macam, juga kaya akan warna dari putih bersih, putih kekuning- kuningan, merah, ungu, sampai kombinasi warna-warna lain, tergantung jenisnya.

Sumber http://matematikacerdas.wordpress.com/2010/01/10/sejarah-dan-asal-usul-anggrek/

Uang Kertas Bergambar Anggrek

Keindahan bunga anggrek memang tak ada yang dapat menyangkalnya. Pesonanya begitu kuat, hingga banyak cara dilakukan untuk mengabadikan keindahannya. Salah satu cara untuk menunjukkan perhatian pada bunga anggrek adalah mengabadikannya dengan menerbitkan uang kertas yang bergambar bunga anggrek. Beberapa contoh berikut adalah pecahan uang kertas yang pernah diterbitkan di Indonesia yang menggambarkan keindahan bunga anggrek.
Uang kertas dengan nominal Rp. 500 yang diterbitkan Bank Indonesia pada tahun 1977 yang didalamnya terdapat gambar anggrek Papilionanthe hookeriana

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas: Lisliopsida
Ordo: Asparagales
Famili : Orchidaceae
Sub famili : Epidendrodeae
Tribe : Vandeae
Sub Tribe : Aeridinae
Genus : Papilionanthe
Species: Papilionanthe hookeriana
Binomial name : Papilionanthe hookeriana [Rchb.f] Schlecter. 1915

Pada tahun 1977, Pemerintah Indonesia melalui Bank Indonesia menerbitkan pecahan mata uang kertas dengan nominal Rp. 500 yang didalamnya terdapat gambar tanaman dan bunga anggrek. Anggrek yang tergambar di dalam pecahan mata uang tersebut adalah salah satu anggrek alam yang sangat cantik, yang merupakan kekayaan alam hayati yang khas dan terdapat di pulau Sumatra dan Kalimantan. Anggrek cantik yang diabadikan ini dalam pecahan mata uang ini memiliki nama latin Papilionante hookeriana. Merupakan anggrek yang hidup secara terestrial dengan pola pertumbuhan monopodial. Hidup di hutan-hutan tropis pada ketinggian 700 m dari permukaaan laut. Di Indonesia anggrek ini juga dikenal dengan sebutan “Vanda hookeriana”.
Uang kertas dengan nominal 1/2 rupiah yang diterbitkan DE JAVACHE BANK pada tahun 1948 yang didalamnya terdapat gambar anggrek Phalaenopsis amabilis

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Asparagales
Famili : Orchidaceae
Sub Famili : Epidendredeae
Tribe: Vandeae
Sub Tribe : Aeridinae
Genus : Phalaenopsis
Species : Phalaenopsis amabilis
Binomial name : Phalaenopsis amabilis [L.] Blume 1825

Pada tahun 1948 Pemerintah Federal yang berkuasa di Indonesia , melalui DE JAVACHE BANK menerbitkan tiga jenis pecahan mata uang, yang salah satu pecahan bernilai 1/2 rupiah. Pecahan mata uang ini berwarna ungu muda dengan gambar anggrek di dalamnya. Anggrek yang tergambar dalam pecahan tersebut adalah Phalaenopsis amabilis yang lebih dikenal dengan sebutan “Anggrek bulan” (moon orchid). Di luar negri anggrek ini lebih dikenal dengan sebutan “Moth orchid” (anggrek kupu-kupu). Anggrek ini adalah anggrek asli yang terdapat di hampir seluruh wilayah Indonesia. Hidup secara epifit dengan pola pertumbuhan monopodial dihutan-hutan tropis pada ketinggian 600 m dari permukaaan laut. Bunganya berwarna putih bersih dengan semburat kuning di sekitar labelumnya. Halus dan lembut , berukuran cukup besar sekirat 10 -12 cm, dan dapat bertahan 2 sampai 6 bulan setelah mekar. Pada tahun 1993 , anggrek cantik ini dinobatkan sebagai salah satu bunga nasional negara Indonesia , yaitu sebagai Puspa Pesona.

Dalam uang kertas 1/2 rupiah diatas sebenarnya ada beberapa hal yang kurang pas dari gambar Phalaenopsis amabilis tersebut. Bisa jadi ini terjadi kerena designer uang kertas tersebut kurang mengenal anggrek yang digambarnya. Pertama, Phalaenopsis amabilis hidup secara epifit (menempel pada tumbuhan lain, biasanya menempel di batang / dahan suatu pohon) bukan secara terestrial (hidup di tanah) seperti yang tergambar pada uang kertas tersebut. Yang kedua, bunga Phalaenopsis amabilis, sebagaimana bunga anggrek yang tipe perbungaannya tegak, maka bunga yang berada di tangkai bunga yang lebih bawah akan mekar terlebih dahulu, namun yang tergambar di uang kertas tersebut justru bunga bagian atas yang mekar terlebih dahulu. (Bandingkan dengan foto Phalaenopsis amalilis di atas). Terlepas dari kesalahan -kesalahan di atas, tergambarnya anggrek tersebut di dalam pecahan mata uang yang diterbitkan pada masa itu patut diapresiasi sebagai upaya untuk menggambarkan pesona bunga “anggrek bulan” , dan tentu saja hal ini menunjukkan bahwa anggrek bulan memang sangat populer dan disukai dari zaman ke zaman. Pesona dan keindahannya tak akan pernah lekang oleh zaman..

Foto atas : Papilionante hookeriana, http://www.orchispesies.com
Phalaenopsis amabilis, http://www.iptek.net.id.
Foto uang : www. uangkuno.com